Bala Hanoman, musim durian menjadi momen yang dinantikan, baik oleh petani maupun pecinta buahnya. Buah ini menjadi salah satu favorit di Indonesia. Namun, untuk mendapatkan durian dengan rasa dan kualitas terbaik, proses panen tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan ketepatan waktu dan teknik yang sesuai agar buah tetap dalam kondisi optimal. Sebelum panen, ada beberapa persiapan yang biasanya dilakukan, seperti mengikat buah dengan tali atau memasang jaring di bawah pohon. Cara ini bertujuan untuk menghindari buah jatuh langsung ke tanah yang bisa menyebabkan kerusakan. Selain itu, tempat penyimpanan sementara juga perlu disiapkan agar buah tetap terjaga kualitasnya setelah dipanen.
Durian umumnya siap dipanen sekitar 3-4 bulan setelah bunga mekar, tergantung jenisnya. Ciri-ciri buah yang matang antara lain warna kulit yang mulai berubah, bagian tangkai yang tampak membesar, serta aroma khas yang mulai tercium. Jika digoyangkan, buah juga akan menghasilkan suara yang lebih nyaring sebagai tanda daging di dalamnya sudah matang. Dalam praktiknya, panen durian bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, panen alami dengan menunggu buah jatuh. Biasanya, buah akan ditahan dengan tali atau jaring agar tidak rusak saat jatuh. Kedua, panen petik, yaitu dengan memotong tangkai buah secara hati-hati menggunakan alat khusus. Metode ini dilakukan dengan memastikan buah sudah cukup tua dan siap dipanen.
Baik panen jatuh maupun petik, keduanya tetap membutuhkan kehati-hatian. Buah harus diturunkan perlahan agar tidak terbentur atau memar, lalu disimpan di wadah yang sudah diberi alas agar kualitasnya tetap terjaga. Dengan teknik panen yang tepat, kualitas durian bisa tetap maksimal hingga sampai tangan konsumen.
Yuk, kenali lebih dekat proses panen dari berbagai tanaman buah menarik lainnya dengan berkunjung langsung ke Kebun Hanoman!