Pernah memperhatikan kolam ikan di rumah atau di taman yang airnya tiba-tiba berubah warna menjadi kehijauan? Kondisi ini memang cukup umum terjadi, Bala Hanoman, terutama saat cuaca sedang panas dan terik selama beberapa hari berturut-turut. Yuk, kita cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam kolam.
Kenapa airnya bisa berubah warna?
Hal ini disebabkan oleh mikroorganisme kecil bernama alga. Bala Hanoman tahu nggak, alga itu mengandung klorofil, sehingga saat mereka tumbuh subur, air akan tampak berwarna hijau. Nah, supaya bisa tumbuh, alga membutuhkan tiga elemen utama: cahaya matahari yang cukup, air, dan nutrisi berupa nitrogen serta fosfor.
Ketiga hal tersebut biasanya tersedia di dalam kolam, berasal dari sisa pakan yang tidak termakan oleh ikan, kotoran ikan, hingga dedaunan yang gugur ke dalam air dan membusuk. Bisa dibayangkan, jika nutrisi ini berlimpah dan ditambah dengan paparan sinar matahari sepanjang hari, alga mendapatkan kondisi ideal untuk berkembang biak dengan sangat cepat. Makanya, warna air bisa berubah jadi hijau.
Terus, apakah kondisi ini berbahaya?
Sebenarnya, kehadiran alga dalam jumlah yang wajar bukanlah musuh utama. Bagi banyak jenis ikan, terutama koi, alga justru bisa menjadi camilan alami yang membantu mempercerah warna sisik mereka.
Namun, kalau jumlahnya berlebihan, itu tandanya ekosistem sudah tidak seimbang. Air yang terlalu hijau biasanya diikuti oleh menipisnya kadar oksigen terlarut, terutama saat malam hari ketika tidak ada proses fotosintesis. Kondisi inilah yang bisa membuat ikan terlihat stres, tidak lincah, atau kurang nafsu makan.
Cara efektif untuk menjaga keseimbangan
Min Hanoman mau kasih tips buat Bala Hanoman supaya kolam ikan di rumah tetap sehat:
Atur porsi pakan dengan teliti: Pastikan pakan yang diberikan habis dalam 3-5 menit. Kalau terlalu banyak sisa, nutrisi di air bakal cepat menumpuk dan memicu ledakan populasi alga.
Perbanyak tanaman air: Kehadiran teratai, eceng gondok, atau tanaman air lainnya adalah kompetitor alami bagi alga. Mereka akan berebut nutrisi dengan alga sekaligus menaungi permukaan kolam agar sinar matahari tidak langsung menembus air terlalu dalam.
Gunakan bantuan bakteri pengurai: Sekarang sudah banyak tersedia cairan bakteri pengurai yang aman di toko perlengkapan akuarium. Menambahkan bakteri ini secara rutin membantu mempercepat proses penguraian kotoran di dasar kolam, sehingga air tetap terjaga kualitasnya dan tidak mudah keruh.