Buah

Kenapa Arabika Lebih Sensitif tapi Lebih Kaya Rasa

Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil. Ini menunjukkan bahwa negara kita memiliki peran penting dalam industri kopi global. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, pada periode 2022–2025 total produksi Indonesia mencapai sekitar 150.000 ton kopi arabika dan 600.000 ton kopi robusta. Jumlah produksi arabika yang lebih kecil justru menjadikannya istimewa, karena kopi ini dikenal memiliki cita rasa, aroma, dan tingkat keasaman yang lebih kompleks dibandingkan jenis kopi lainnya.

Di balik karakter rasanya yang kaya, kopi arabika merupakan tanaman yang sangat sensitif dalam proses budidaya. Tanaman ini tumbuh optimal di dataran tinggi dengan iklim sejuk, curah hujan yang cukup, serta tanah yang kaya nutrisi, terutama tanah vulkanik. Kondisi geografis Indonesia yang beragam menjadikan banyak wilayahnya sangat ideal untuk budidaya kopi arabika. Tak heran jika Indonesia mampu menghasilkan biji kopi arabika berkualitas tinggi yang diminati pasar dunia.

Kopi arabika sangat bergantung pada lingkungan tempat ia tumbuh. Tanaman ini peka terhadap perubahan suhu, curah hujan, serta serangan hama dan penyakit. Secara umum, arabika tumbuh baik di ketinggian 600 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata antara 15–24 derajat celcius. Karena tingkat kerentanannya cukup tinggi, perawatan kopi arabika membutuhkan ketelitian dan konsistensi agar kualitas bijinya tetap terjaga.

Di Indonesia, kopi arabika tumbuh di berbagai daerah dengan karakter rasa yang khas. Dataran Tinggi Aceh dikenal dengan Kopi Arabika Gayo yang memiliki cita rasa kaya, keasaman rendah, serta aroma perpaduan rempah dan buah. Sulawesi menghadirkan Kopi Arabika Toraja dengan karakter rempah dan sentuhan cokelat, serta keasaman yang lembut. Sementara itu, Bali memiliki Kopi Arabika Kintamani yang terkenal dengan cita rasa buah jeruk segar, aroma bunga yang harum, dan keasaman yang menyegarkan. Selain itu, masih banyak daerah lain seperti Mandailing di Sumatera Utara, Flores Bajawa di NTT, dan berbagai wilayah dataran tinggi lainnya yang turut memperkaya jenis kopi arabika Indonesia.

Di Kebun Hanoman, kopi arabika tidak hanya ditanam, tetapi juga dirawat sebagai bagian dari ekosistem alam yang seimbang. Dikelilingi udara sejuk dan lingkungan hijau, kebun ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang menikmati tanaman kopi.

Berkunjung ke Kebun Hanoman bukan hanya soal menyeruput kopi, tetapi juga memahami cerita di balik setiap biji arabika yang tumbuh dengan penuh kesabaran. Jadi, jika ingin merasakan kopi sekaligus ketenangan alam, Kebun Hanoman selalu terbuka untuk disinggahi.


Buah

Belajar tentang Buah Nanas, BuahTropical Queen