Buah

Jantung Pisang: Pangan Alami Pendamping ASI

Bagi seorang ibu yang sedang menyusui, menjaga asupan makanan merupakan hal yang sangat penting karena dapat memengaruhi produksi ASI bagi si kecil. Berbagai bahan pangan alami dipercaya dapat membantu mendukung kelancaran ASI, salah satunya adalah jantung pisang. Selama ini, jantung pisang umumnya diolah menjadi tumisan atau masakan bersantan yang disantap bersama nasi hangat. Dalam bahasa Latin, jantung pisang dikenal dengan nama Musa balbisiana Colla, dan telah lama dimanfaatkan sebagai bagian dari pangan tradisional.

Selain mudah diolah, jantung pisang juga mengandung berbagai zat gizi penting, seperti serat, protein, lemak, dan karbohidrat. Di dalamnya juga terdapat asam amino, asam lemak, vitamin C, vitamin A, serta senyawa flavonoid yang diketahui berperan dalam mendukung proses laktasi. Kandungan inilah yang membuat jantung pisang dipercaya sebagai pangan alami pendamping ASI.

Manfaat jantung pisang bagi ibu menyusui juga telah diteliti secara ilmiah. Salah satunya adalah penelitian yang dipublikasikan dalam Belitung Nursing Journal (2017), yang melakukan eksperimen pada beberapa kelompok ibu menyusui. Penelitian tersebut mencatat bahwa rata-rata volume ASI pada kelompok ibu yang mengonsumsi jantung pisang mencapai sekitar 470,681 ml, dengan kadar hormon prolaktin sebesar 35,337 nanogram. Sebaliknya, pada kelompok ibu yang tidak mengonsumsi jantung pisang, rata-rata volume ASI tercatat sebesar 364,650 ml dengan kadar prolaktin -38,381 nanogram.


Apa Itu Prolaktin?

Prolaktin merupakan hormon yang berperan penting dalam produksi ASI. Hormon ini sangat memengaruhi produktivitas ASI pada ibu menyusui. Tidak hanya pada perempuan, prolaktin juga memiliki fungsi di tubuh laki-laki, salah satunya berkaitan dengan produksi sperma. Kadar prolaktin yang seimbang membantu tubuh menjalankan fungsi reproduksi dan metabolisme secara optimal.

Bagaimana Cara Mengolah Jantung Pisang?


Tidak ada cara khusus dalam mengolah jantung pisang. Bahan pangan ini dapat diolah menjadi berbagai menu, seperti tumisan, sayur bersantan, hingga keripik sebagai camilan. Selain itu, jantung pisang juga dapat diekstrak dan diolah menjadi kapsul suplemen agar lebih praktis dikonsumsi sebagai pendamping pola makan sehari-hari.

Di Kebun Hanoman, pisang tumbuh sebagai bagian dari keberagaman tanaman pangan yang mengajarkan kita untuk kembali mengenal sumber makanan alami. Berkunjung ke Kebun Hanoman bukan hanya tentang menikmati suasana hijau, tetapi juga belajar memahami pangan lokal dan manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari. Yuk, datang ke Kebun Hanoman dan kenali lebih dekat tanaman-tanaman alami yang tumbuh dan memberi manfaat bagi tubuh.

Buah

Petai Cina, Apotek Hidup di Kebun Hanoman